17 Mei 2015
Minggu pada pk 12:35 Jadi ingat kemari temanku cerita bahwa dia memutuskan bangun hubungan dengan seseorang, jadi temanku sudah dekat dengan pria tersebut setahun ini, walau prosesnya mereka sudah dekat layaknya orang pacaran, jadi kaya punya hubungan tanpa status, ya hanya secara de facto tapi de jurenya baru kemarin, aku juga sudah wanti-wanti jangan punya hubungan tanpa status. Karena biasanya yang lebih dirugikan ya wanita. Mau nuntun atau mau nanya yang lebih juga kalau bukan bagiannya ga enak, misalnya mau bilang cemburupun ga berhak, wong kita hanya teman biasa kan. Ya aku sebagai teman hanya bisa mendukung dan berdoa, lagian temanku ini sudah dewasa dan berhak memilih, dan setiap pilihan ada konsekuensinya kan. Yang buat aku kurang apa yah namanya, kurang pas di hati karena diawali hubungan yang kurang pas aja, tapi God sanggup ko ubahkan semua untuk kebaikan kita :). Memang mendapatkan pasangan hidup yang pas banget ga mudah, namun hal yang mendasar banget sebagai bekal hidup di dunia yang setingkat lebih tinggi lagi dari hidup single itu wajib dimiliki, karena kita akan hidup bersama selama kit hidup, bahkan ketika anak-anak yang dimiliki mereka juga akan pergi satu-persatu bersama keluarga baru mereka. So kita mesti selektif memilih pasangan hidup kita, karena kekurangan yang kita saat ini lihat bisa 2 kali lebih terlihat pada saat kita sudah menikah dengannya, kalau pada saat ini komunikasi yang dilakukan sama kita hanya 50 % saja asumsikan pada saat sudah menikah mengalami penurunan dan hanya bersisa 25%, kalau pada saat ini dia tidak bersabar, mudah emosi, tidak setia, tidak kuat (mudah menyerah), apalagi pada saat sudah masuk dunia pernikahan, mengapa kita berharap dia akan berubah? Karakter akan sulit berubah, walau akh percaya God bisa ubahkan segalanya, tapi kalau hati mau berubah (belajar) itu ada, kalau ga ada apa yang mau diharapkan lagi. Aku tahu setiap manusia punya kekurangan dan oleh karena itu kita harus bisa menerima kekurangan itu, maksudnya bisa maklum dengan kekurangan tersebut. Dan setiap orang pasti beda-beda penerimaannya sampai mana, kalau aku pribadi hal yang mendasar itu pasti yang seiman, yang memiliki kerinduan tiap harinya untuk menyerupai Bapa, yang tiap harinya mau belajar makin baik lagi, yang bisa diajak sama-sama diajak mencari wajahNya, aku pikir itu hal yang sangat indah memiliki dasar roh yang sama :), kemudian hal yang mendasar juga bagiku dia bukan pembohong, pemberani, tidak mudah menyerah (akan banyak tantangan yang perlu diarungi pada saat di pernikahan melebihi masa pacaran yang belum ada apa-apanya), bertanggung jawab (ini yang buat wanita ngerasa aman, yipiiii ;), yang ga kasar dalam hal perkataan atau tindakan, aduh enggak banget deh kalau nemu cowo yang kasar, ke laut ajalah,,,hahahahha, of course mesti yang sabar juga donk, karena ketika kita pasangan hidup, ingat dampaknya juga bukan hanya untuk kita namun kita juga sedang mencari bapak untuk calon anak kita, kita ingin dia menjadi bapak yang bagamana untuk znak kita, pasti yang baik kan, jangan sampai ketika seorang bapak ketik di luar rumah menjadi hal yang menyenangkan untuk anak, ya mungkin disebabkan anak memiliki bapak yang galak dan tukang pukul, woaww itu pasti mengerikan sekali, so banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika kita memilih pasangan hidup. So banyak hal yang mesti dipertimbangkan ketika memilih pasangan hidup, semoga dasar pemikiran ini bisa menjadi bekal dan memberkati semuanya. Satu hal yang perlu kita tahu ketika kita meminta Tuhan campur tangan dalam hubungan kita dengan siapapun, Tuhan pasti dengar dan percayalah God bekerja memberikan yang terbaik buat kita semua, so cant wait for the princethat
You will show to me ;) Just prepare our self girls :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar