Jumat, 10 Juli 2015

Don't ever assume, but find the truth first

"Jangan pernah berasumsi, tapi cari dahulu kebenarannya"

Kalimat ini yang sering terngiang di kepalaku ketika ada suatu hal yang membuat hatiku dan pikiranku menyimpulkan suatu keadaan atau reaksi orang terhadapku. Misalnya seperti ketika aku menyerahkan MP (memo pesanan) kepada sekretaris dari Division Head  untuk minta tanda tangannya, dan ketika ada suatu hal yang ga cocok, dan dia mukanya datar, biasa, std cenderung tanpa ekspresi membuatku beranggapan orang tersebut tidak menyukaiku.
Jadi aku minta MP baterai Laptop dikarenakan laptop seorang division headnya eror, kendalanya hanya ganti batrei saja, padahal divison head ini baru saja MP laptop yang baru, namun sekretaris ini mengatakan kenapa mesti ditulis bahwa itu untuk mengganti batrei yang bersangkutan, dan aku jelaskan bahwa laptop itu akan tetap kita MP kan tetapi untuk batrei akan kita ganti kalau sudah ada laptop yang baru, karena pasti laptop itu akan dikembalikan lagi ke bagian kami (MIS). Dan pastinya menggunakan budget kami donk. Namun sekretaris ini bersikeras tidak perlu menggunakan kata-kata bahwa batrei ini sebagai sebagai penggantian dari laptop yg rusak tersebut, karena pasti bisnya akan bertanya kalau sudah ada laptop baru kenapa harus beli batrei baru lagi. ckckckckc. fiuhhh, dah akhirnya sekretaris ini bertanya langsung ke bosku dengan menelpon dan mengatakan bahwa kata-kata tersbut dihilangkan saja, dan sependengaran ku di telfon bos ku menyetujuinya.Dan setelah itu ga tau kenapa yah.... sekretaris ini mukanya datar, aku bilang " ga perlu ya ditulis?" dia hanya diam tak bergeming.... (dalam scene film AADC,waktu Cinta bacakan puisi "pecahkan saja piringnya, biar ramai, eh....). So dia coret-coret tuh kata-kataku yang di MP tersebut, dan setelah dia tanda tangan di buku tanda terimaku (look book), aku bilang makasih yah, dia tetap diam seribu bahasa......(helowwww......muncul lagi scene film AADC dengan puisi dari Rangga " atau aku harus ke hutan belok ke pantai?) grrrr......cuek mampus dah mba2nya.
Setelah itu aku langsung ngeloyor dehhh, dalam hari ngerasa tuh orang ga suka gw yah.... ko dia ga menghargai gw yah.... tuh orang ko sotoy yah.... wahhhhh,,,smua deh muncul di pemikiran ini, jaid baper deh (bawa perasaan) masuk lift dengan gontai ke lantai 3, tapi setelah keluar dari lift aku berfikir bahwa asumsi itu ga benar, dan harus dicari kebenarannya, jangan pernah memiliki pemikiran yang tidak berdasar, setiap orang bisa berperilaku yang mungkin bagi kita berbeda maksud dengan orang tersebut. Aku sempet baca bahwa 90% orang yang menyakiti kita tidak bermaksud untuk menyakiti.... berarti kalau kita tersakiti coba cari tahu dulu apa penyebab orang tersebut mengatakan hal yang tidak enak atau terasa menyakitkan menurut kita, karena belum tebtu seperti itu maksudnya.
Oke aku jadi ingat dalam hati, bahwa aku ga mau berasumsi terlebih dahulu, tapi mencari kebenarannya, setidaknya itu yang membuat aku menjadi agak lega dan tidak berangapan negatif tentang mengenai orang tersebut.
So ketika sampai ruanganku, aku bilang sama bos ku, bahwa tadi memang aku menulis keterangan yang dimaksud. Sebagai keterangan juga ke bagian GSD bahwa ini baterai penggantian laptop yang rusak sebelumnya. Si bos oke-oke aja siy....Tapi suatu hal yang mengganjal di hatiku mengenai status dari baterai laptop dan pembelian baru laptop itu, so aku menanyakan ke orang yang ada di bagian aku dulunya, ya senior lah intinya,hehehe. Setelah bercerita masalah tersebut aku menyimpulkan bahwa memang lebih baik kalau MP laptop yang baru dilakukan terlebih dahulu karena pastinya menggunakan budget dari departemen yang bersangkutan. Dan masalah baterai itu seharunya memang tidak perlu di MP, karena pasti laptopnya akan kembali di MIS untuk sementara tapi apabila ada orang baru di departemen yang memiliki laptop itu bisa menjadi prioritas untuk diberikan laptop itu.
Dan apabila laptop yang rusak itu kemudian hari akan dipinjam ke departemen lain, bisa dikatakan bahwa laptop itu rusak baterainya dan apabila ingin menggunakan bisa di MP baterainya dengan menggunakan budget dari departemen yang membutuhkan. Oke, aku memutuskan untuk tidak memproses MP baterainya dan mendahulukan MP laptop yang baru.
So dari kisah ini aku belajar sesuatu yang baru lagi mengenai asumsi yang tidak perlu ada, tapi cari kebenarannya karena itu yang membuka perspektif kita yangbaru walau untuk menuju hal itu membutuhkan usaha/daya dan penyangkalan diri, apalagi kalau pemikiran kita sudah negatif, wah berjuang bangetlah jadinya.
Thanks God untuk pelajaran hari ini, semoga bisa menjadi bekal di hari esok :) heheheh
Waktu sudah menunjukkan pk 16:10,,,,yeahhhh, sebentar lagi pulang. Siap-siap bertempur dengan kemacetan hari ini....heheheeh
God bless all. have a nice weekend :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar